Eits… ini bukan ilmu buat mengajari saudara/saudari, cara membobol kartu kredit... Karena di sini hanya akan dibahas tentang arti deretan nomor yang tertera di sebuah
kartu kredit.
Enam digit pertama dari suatu kartu kredit adalah suatu nomor identifikasi. Nomor ini dikenal juga dengan nama Issuer/Bank Identification Number. Cukup
dengan melihat digit pertamanya, Anda bisa tahu jenis perusahaan apa yang mengeluarkan kartu kredit ini.
0: bidang industri lainnya
1: penerbangan
2: sebagian penerbangan, sebagian lagi bidang industri lainnya
3: agen wisata dan hiburan. Contohnya American Express dan Diner’s Club.
4 dan 5: perusahaan bank dan finansial. Contohnya VISA dan MasterCard. VISA biasanya menggunakan seluruh nomor yang berawalan 4.
6: perdagangan dan finansial
7: minyak dan gas bumi (petroleum manufacturer)
8: telekomunikasi dan industri
9: penugasan negara
Tapi dengan melihat beberapa digit di depannya, Anda bisa mengenali perusahaan kartu kredit terkenal. Oh ya, x artinya variabel.
300, 305, 36x, dan 38x adalah tiga digit pertama kartu Diner’s Club.
34 dan 37 adalah dua digit pertama kartu American Express.
51 dan 55 adalah dua digit pertama kartu MasterCard.
6011 adalah empat digit pertama kartu Discover; dan sebagainya.
Sisa angka yang berderet di belakangnya adalah nomor individual. Sedangkan digit terakhir adalah angka yang berperan untuk validasi nomor kartu. Di antara
sejumlah nomor yang menandai kartu secara individual; nomor inilah yang paling penting.
Algoritma Luhn adalah salah satu metode untuk memeriksa validasi nomor kartu kredit. Bagaimana caranya?
Coba contoh berikut ini:
6004612412397603
Kalikan dua semua angka di nilai tempat genap dihitung dari belakang, secara berselang seling. Angka yang berada di nilai tempat tidak penting langsung
diturunkan ke bawah. Perhatikan angka yang dicetak tebal, itulah angka-angka yang penting.
6 0 0 4 6 1 2 4 1 2 3 9 7 6 0 3
12 0 0 4 12 1 4 4 2 2 6 9 14 6 0 3
Kalau Anda menemukan angka dengan nilai 10 atau lebih, jumlahkan semua digitnya. Misalnya 10 menjadi 1 + 0 = 1. Dalam kasus ini ada angka 12; artinya angka
ini dijadikan 3. 14 menjadi 1 + 4 = 5, dan seterusnya. Hasil penjumlahan demikian akan menjadi seperti ini.
6 0 0 4 6 1 2 4 1 2 3 9 7 6 0 3
3 0 0 4 3 1 4 4 2 2 6 9 5 6 0 3
Jumlahkan semua angka yang ada di barisan bawah sekarang.
3 + 4 + 3 + 1 + 4 + 4 + 2 + 2 + 6 + 9 + 5 + 6 + 3 = 52
Syarat untuk kartu kredit yang valid adalah jumlah seluruh digit di barisan terbawah habis dibagi 10. Nah, 52 kan tidak habis dibagi 10. Berarti nomor
kartu yang diberikan itu tidak valid! (ya iyalah, ini kan cuma contoh)
Semoga ilmunya bermanfaat bagi saudara/saudari sekalian...
Post new comment